Monday, 21 July 2014

Just For My Future Husband

Khas buat insan yang akan menemani ku hingga ke akhirnya yang bergelar suami;
Aku akan menjaga setiap langkah perjalananku…
Aku akan menjaga setiap tutur kataku…
Aku akan menjaga setiap diriku dari pandangan orang lain…
Insya Allah…
Aku akan berhias tuk dirimu…
Aku akan menjaga makan minummu…
Aku akan menjadi permaisuri hatimu…
Insya Allah…
Aku akan menjadi kekasih yang setia untukmu…
Aku akan menjadi isteri mithali bagimu…
Aku akan menjadi ibu untuk anak-anakmu…
Insya Allah…
Tapi…berjanjilah untuk membawa aku bersamamu menuju Syurga
Kau menjadi imam bagi rumahtanggaku…
Kau menyayangiku apa adanya…

Kau mencintaiku setelah kau mencintai ALLAH dan RASUL…
Insya Allah…
Dari kata hati seorang wanita :
Tak minta yang SOLEH ,sebab saya pun tak lah SOLEHAH sangat…
Tak minta yang bergelar USTAZ, sebab saya lagi jauh untuk bergelar USTAZAH…
Nak minta yang KAYA, saya pun TAK KAYA, hanya sekadar apa yang ada…
Nak minta yang HENSEM, saya tak la CANTIK sangat, sekadar hamba sesempurna kejadian yang ALLAH ciptakan…
Nak minta yang BERPANGKAT, saya hanya seorang HAMBA…
Cukuplah sekadar yang MEMAHAMI dan MENERIMA ku seadanya …
Cukuplah yang ada AGAMA di hati dan mengamalkannya serta sama-sama mencari jalan ke Syurga apabila bahtera di layar dan masjid di bina…
Cukuplah yang sama2 saling MEMBANTU dalam susah dan senang mengharungi lautan dunia…

"Sesungguhnya tugas pertama ku bukan mencari diri mu tapi mensolehahkan diri ku. Sukar untuk mencari soleh diri mu andai solehah ku tidak setanding dengan kesolehan mu. Janji Allah pasti ku pegang dalam misi mencari diri mu."

Tuesday, 15 July 2014

Harga Baru Lesen Kereta Dan Motor 14 Julai 2014

Harga baru terkini Lesen kereta (Kelas D) dan Motor (Kelas B2) naik lagi mulai 14 Julai 2014. Seperti sedia maklum, pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Pemandu (KPP) telah dinaik taraf oleh JPJ mulai 14 Julai 2014 dan berkuatkuasa diseluruh institusi memandu seluruh negara. Untuk pengetahuan, format baharu kelas memandu merangkumi penambahan 3 elemen utama dalam kelas KPP, buku teks KPP sukatan pembelajaran baharu, dan juga format ujian komputer yang telah dinaiktaraf. Sehubungan itu, harga semasa lesen memandu bagi kelas B2 dan D juga telah dinaikkan berikutan penguatkuasaan format terbaru lesen memandu tersebut.

Senarai Harga Baru Lesen Kelas D (Kereta Manual)

Harga Baru Lesen Kereta Dan Motor 14 Julai 2014

Senarai Harga Baru Lesen Kelas B2 (Motorsikal)

Harga Baru Lesen Kereta Dan Motor 14 Julai 2014

Format Baru Lesen Kereta Dan Motor Mulai 14 Julai 2014 

  • Penambahan Modul Kelas KPP merangkumi tiga teras atau tiga elemen utama. 
  • Buku Teks KPP Baharu/ Sukatan pembelajaran terkini 
  • Kelas modul KPP Kereta dan Motosikal telah diasingkan. 
  • Ujian komputer juga berbeza untuk kereta dan motosikal. 

Maksud KPP: Kurikulum Pendidikan Pemandu 
Harga Terkini Lesen Kereta Dan Motor Mulai 14 Julai 2014 

  • Lesen Kelas D (Kereta) – RM 1300 akan naik ke RM 2000 Lesen 
  • Kelas B2 (Motor) – RM 600 (termasuk yuran lesen) akan naik ke RM 1050 
SUMBER MAKLUMAT

Friday, 23 May 2014

Mini GA Cash RM50 by Emas Putih #part3

As-Salam

[ Tekan banner di atas kalau nak join ]

Mini GA Cash Rm50 by Emas Putih #part3 ini dianjurkan oleh Emas Putih

Wednesday, 14 May 2014

Copy Paste Story:Pramugari dan Datuk Tua


  Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airlines. Karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap harinya hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.

Pada tanggal 17 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.


Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking, penumpang sangat penuh pada hari ini.
Di antara penumpang, saya melihat seorang kakek dari desa merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya.
Pada saat itu saya yang berdiri di pintu pesawat menyambut penumpang.
Kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju, seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.

Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minum.
Ketika melewati baris 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut.
Dia duduk dengan tegak dan kaku di tempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.
Kami menanyakan mau minum apa, tetapi dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak.
Kami hendak membantunya meletakkan karung tua di atas bagasi tempat duduk juga ditolak olehnya.
Lalu kami membiarkan duduk dengan tenang.

Menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk dengan tenang di tempat duduknya.
Kami menawarkan makanan juga ditolak olehnya.
Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit.
Dengan suara kecil dia menjawab bahwa dia hendak ke toilet tetapi dia takut apakah di pesawat boleh bergerak sembarang, takut merusak barang di dalam pesawat.
Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet.

Pada saat menyajikan minum yang ke dua kali, kami melihat dia melirik ke penumpang sebelahnya dan menelan ludah.
Dengan tidak menanyakannya kami meletakkan segelas minuman teh dimeja dia.
Ternyata gerakan kami mengejutkannya.
Dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah..
Kami mengatakan engkau sudah haus minumlah.
Pada saat ini dengan spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan kepada kami.

Kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis.
Dia tidak percaya.
Katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan meminta air kepada penjual makanan di pinggir jalan.
Dia tidak diladeni malah diusir.
Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil.
Karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minuman kepada penjual makanan dipinggir jalan itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.
Saat kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.

Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik, putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah ditingkat 3 di Peking.
Anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal di kota akhirnya pindah kembali ke desa.
Sekali ini orangtua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya di Peking.
Anak sulungnya tidak tega orang tua tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani bapaknya bersama – sama ke Peking.
Tetapi ditolak olehnya karena dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal.
Dia bersikeras dapat pergi sendiri.
Akhirnya dengan terpaksa disetujui dengan anaknya.

Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai oleh anak bungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia disuruh menitipkan karung tersebut di tempat bagasi tetapi dia bersikeras membawa sendiri.

Katanya jika ditaruh di tempat bagasi, ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur.

Akhirnya kami membujuknya meletakkan karung tersebut di atas bagasi tempat duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati – hati dia meletakkan karung tersebut.
Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus.
Tetapi dia tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah sangat lapar.
Saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan saya apakah ada kantongan kecil, dan meminta saya meletakkan makanannya di kantong tersebut.
Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak.
Dia ingin membawa makanan tersebut untuk anaknya.
Kami semua kagum.

Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa, di mata seorang desa menjadi begitu berharga.
Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan kepada penumpang ditaruh di dalam suatu kantongan yang akan kami berikan kepada kakek tersebut.
Tetapi diluar dugaan dia menolak pemberian kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan, tidak menghendaki yang bukan miliknya sendiri.
Perbuatan yang tulus tersebut benar – benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya.
Sebenarnya kami menganggap semua hal sudah berlalu, tetapi siapa menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang terakhir berada di pesawat.
Kami membantunya keluar dari pintu pesawat, sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya, yaitu dia berlutut menyembah kami, mengucap terima kasih bertubi – tubi, dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang yang paling baik yang dijumpai.
Kami di desa hanya makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yang begitu manis dan makanan yang begitu enak.
Hari ini kalian tidak memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya tidak tau bagaimana mengucap terima kasih kepada kalian.
Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangis dia mengucapkan perkataannya.

Kami semua dengan terharu memapahnya dan menyuruh seorang anggota yang bekerja dilapangan membantunya keluar dari lapangan terbang.
Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam – ragam penumpang saya sudah jumpai, yang banyak tingkah, yang cerewet dan lain – lain, tetapi belum pernah menjumpai orang yang menyembah kami.
Kami hanya menjalankan tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan.
Hanya menyajikan minuman dan makanan.
Tetapi kakek tua yang berumur 70 tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkan terima kasih, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya.
Perbuatan tersebut membuat saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat berharga buat saya.

Saturday, 10 May 2014

Lima Profil Manusia Beruntung

Aku Mahu...
Mahu apa?
Mahu dikasihi Allah.
Kasihilah dirimu dan kasihilah orang lain.
Aku mahu jadi segagah-gagah manusia.
Sentiasalah menyerah diri kepada Allah.

Aku Mahu...
Mahu apa lagi?
Aku mahu jadi manusia paling baik.
Jadilah manusia yang baik dan berguna kepada masyarakat.
Tapi apakah sebesar-besar kebaikan di sisi Allah?
Elok budi pekerti, rendah diri dan sabar dengan ujian-Nya.
Apakah pula sebesar-besar kejahatan?
Buruk akhlak dan sedikit ketaatan.

Itulah pelbagai runtunan hati kita yang meronta-ronta mencari kepuasan. Sebagai makhluk yang dibekalkan nafsu, hati dan akal, manusia akan sentiasa berkeinginan. Sama ada ingin jadi baik atau sebaliknya. Mahu kumpul pahala atau dapat seksa. Namun, Allah yang bersifat dengan sifat Ar-Rahman dan Ar-Raheem, sentiasa membuka peluang kepada manusia untuk membuat pilihan. Segala-galanya terpulang pada kita untuk memilih berlandaskan syariat yang ditetapkan.

Manusia yang dibekalkan dengan agama sebagai pegangan dan panduan hidup, semestinya akan lebih mampu mempertahankan apa yang berharga dalam hidupnya. Keindahan dan kesempurnaan ajaran Islam sebagai cara hidup adalah suatu yang mutlak. Tetapi tingkah laku dan tindakan Muslim itu sendiri sering kali mencemari keindahan Islam dan mencacatkan kesempurnaannya.

Memiliki gelaran sebagai seorang Muslim bukan sekadar catatan pengenalan semata-mata. Tetapi kesempurnaan beragama akan tergambar dengan peribadi Muslim yang benar-benar mengikut apa yang diajarkan. Sebagai umat yang terbaik, seorang Muslim semestinya memiliki peribadi yang berteraskan garis panduan al-Quran dan sunnah. Namun, ia bukanlah hanya bergantung pada ibadah khusus semata-mata, kerana sebagai makhluk bernyawa yang pasti akan menemui mati, sudah tentu akan ditanya ke mana dihabiskan usia kita selama hidup di dunia ini?

Setiap manusia sudah pasti akan menelusuri perjalanan hidup yang ditetapkan untuknya. Namun, sepanjang tempoh itu apakah dia benar-benar menjadi seorang Muslim dalam erti kata yang sebenar dan memperoleh keberuntungan.

Lima Profil Manusia Beruntung....


1. Akidah yang sejahtera

Sebagai makhluk ciptaan Allah SWT semestinya manusia memerlukan suatu dasar dan peraturan hidup yang akan membentuk disiplin, kemantapan iman serta ketaqwaan seseorang bagi memandunya menuju keredhaan Allah SWT.

Berpaksikan fakta ini, tentunya akidah Islamiyah sahaja yang memiliki kemampuan demikian dan membuatkan manusia mempunyai ikatan yang kuat dengan Allah SWT. Islam sebagai ad-Din atau cara hidup memiliki peraturan dan pegangan yang mampu membangunkan sistem kehidupan manusia kepada suatu ketamadunan yang tinggi.

Sejarah membuktikan, dengan keunggulan ajaran dan aqidah Islam telah membentuk tamadun yang hebat suatu ketika dahulu. Hal ini kerana, potensi semula jadi manusia jika dimantapkan dengan bekalan ilmu yang dimiliki, mampu dikembangkan dengan baik sekiranya berteraskan akidah kepada Allah SWT. Sebaliknya, krisis nilai akan berlaku apabila pemikiran dan pegangan manusia dibangunkan dengan keruntuhan akhlak dan tidak berpaksikan kepada peraturan serta disiplin berteraskan akidah Islam. Keruntuhan tamadun akan berlaku apabila manusia tidak berpegang sepenuhnya kepada Islam sebagai ad-Din. Akidah, syariat dan akhlak adalah saling berkait antara satu sama lain dan tidak boleh dipisahkan. Jika diumpamakan seperti sebatang pokok, akidah sebagai akar umbi, syariat merupakan dahannya dan akhlak adalah sebagai buahnya. Natijah daripada memiliki akidah yang sejahtera akhirnya akan berjaya membentuk manusia yang benar-benar hidup sebagai seorang Muslim sejati.

2. Bermanfaat untuk orang lain

“Dan janganlah orang-orang yang berharta serta lapang hidupnya daripada kalangan kamu, bersumpah tidak mahu lagi memberi bantuan kepada kaum kerabat dan orang miskin serta orang yang berhijrah pada jalan Allah; dan (sebaliknya) hendaklah mereka memaafkan serta melupakan kesalahan orang itu; tidakkah kamu suka supaya Allah mengampunkan dosa kamu? Dan (ingatlah) Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.” (an-Nur:22)

Nukilan melalui maksud firman Allah ini amat bertepatan dengan fenomena sosial semasa yang menuntut setiap individu Muslim untuk berfikir lebih jauh terutamanya yang melibatkan generasi muda. Setiap Muslim perlu sentiasa meletakkan diri untuk memberi perkhidmatan yang dapat dimanfaatkan oleh agama, bangsa dan negara. Pemikiran sebegini amat penting supaya terbina individu yang berkualiti, keluarga yang bahagia seterusnya terbentuk masyarakat yang sedar dan peka dalam segenap aspek kehidupan.

Memberi manfaat bererti kebaikan menjalar kepada orang lain melalui pelbagai cara yang berlandaskan syariat. Sekiranya setiap Muslim menggunakan segala kemampuan yang dipinjamkan oleh Allah untuknya, sudah pasti mereka akan menjadi umpama pokok yang rimbun dan berbuah lebat.

Tidak dinafikan, pengislahan itu bukan senang dan nilainya bukan calang-calang. Dengan hambatan-hambatan yang ada dalam proses pembinaan insan, ia mampu melemahkan kekuatan diri untuk terus memanfaatkan diri sendiri kepada ummah. Namun, jika semua Muslim berpegang dan berperanan dalam segenap ruang lingkup kehidupan, nescaya negara yang disebut sebagai baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur (negara yang baik dan mendapat keampunan Allah SWT), tidak mustahil dapat dikecapi. Hakikatnya, sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat kepada manusia yang lain. Maka, beruntunglah diri mereka yang sentiasa bermanfaat.

3. Ibadah yang benar

Tuntaskan ibadah yang merupakan kewajipan kita sebagai hamba-Nya di muka bumi ini kerana ia adalah ‘tiket’ untuk kita ke syurga. Ibadah yang benar-benar terbaik adalah ibadah yang dilakukan semata-mata bagi mendapat keredhaan Allah SWT dengan berbekalkan pemahaman serta penghayatan yang tinggi.

Allah telah menukilkan dalam surah al-Dzariyat ayat 56 melalui firman-Nya yang bermaksud, “Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mereka menyembah dan beribadat kepada-Ku.”Ayat ini jelas mengingatkan kita, ibadah itu merupakan tanggungjawab manusia kepada Allah SWT sebagai Pencipta manusia dan sekalian alam. Ia perlu dihayati dan difahami secara benar dan tidak menyimpang kepada unsur-unsur yang menyesatkan.

Melalui ibadah, akan melahirkan hati-hati yang patuh dan tunduk serta kecintaan yang tinggi kepada Allah SWT. Ini kerana skop ibadah amat luas. Semua perkara yang diizinkan oleh Allah itu adalah ibadah. Ia merangkumi segenap aspek kehidupan yang mana akhirnya akan mewujudkan insan yang menjalani kehidupan untuk memperoleh keredhaan Allah SWT semata-mata.

4. Bijak menjaga masa

Kita dikurniakan matahari dan bulan yang sama. Mengharungi jumlah pusingan jam dan hari yang sama. Tetapi mengapa ada orang yang dapat melakukan suatu pekerjaan yang hebat dan ada pula yang sentiasa mengeluh tidak punya cukup waktu untuk menyelesaikan urusannya. Hakikatnya, tiada manusia yang punya cukup masa melainkan mereka yang bijak mengurus masa. Masa bukanlah emas atau pedang, tetapi masa adalah kehidupan. Allah telah mengingatkan kita dalam nukilan firman-Nya yang bermaksud, “Demi Masa! Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. Kecuali orang yang beriman dan beramal soleh, dan mereka pula berpesan-pesan dengan kebenaran serta berpesan-pesan dengan sabar.” (al-Asr:1-3)

Firman Allah ini jelas membuktikan kebijaksanaan dalam mengurus masa mampu memberi kesan yang terbaik dalam kehidupan manusia. Tidak ada gantinya bagi masa yang telah berlalu kerana masa yang akan datang adalah masa yang berlainan. Sesungguhnya kita telah menzalimi diri sendiri apabila membiarkan masa berlalu begitu sahaja tanpa dimanfaatkan. Dalam sehari, mari kita hitung bagaimana 24 jam itu dibahagikan?

· Bilakah masa beribadah kepada Allah?
· Bilakah masa bersama keluarga?
· Bilakah masa bekerja?
· Bilakah masa bersama masyarakat?
· Bilakah masa belajar?
· Bilakah masa makan?
· Bilakah masa berehat?

Akhirnya, apakah jawapan yang kita peroleh? Alangkah ruginya jika sepanjang 24 jam itu hanya dihabiskan untuk berehat dan bersenang-lenang semata-mata. Adakah berbaloi rehat yang kita ambil tanpa melakukan sebarang kemanfaatan? Oksigen yang Allah berikan secara percuma tanpa perlu bayar walau satu sen pun ini, bukanlah untuk disedut begitu sahaja. Allah pinjamkan bekalan oksigen supaya kita dapat hidup dengan sejahtera dan melangsaikan segala amanah yang telah kita janjikan dengan sebaiknya.

Hakikatnya, musuh yang paling utama dalam pengurusan masa adalah tabiat suka bertangguh. Sebagaimana kata Ibnu Umar, “Jika engkau berada di waktu petang, maka janganlah engkau menunggu pagi, dan apabila berada pada waktu pagi janganlah engkau menunggu petang. Gunakanlah dari sihat engkau bagi sakit engkau dan dari hidup engkau bagi masa mati engkau.”

5. Akhlak yang mantap

Akhlak atau tingkah laku, perangai, tabiat, dan adat kebiasaan merupakan sifat, perbuatan atau tindakan yang dizahirkan dengan mudah tanpa perlu dipaksa. Ia bertapak utuh di dalam diri dan menjadi cerminan manusia dalam menilai baik buruk suatu perbuatan atau amalan.

Sedarkah kita, akhlak akan mempengaruhi penentuan kedudukan timbangan amalan seseorang di akhirat kelak? Ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW, “Tiada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan amalan seorang hamba pada hari kiamat berbanding akhlak yang baik. Dan sesungguhnya Allah murka kepada orang yang berkelakuan buruk dan bermulut celupar.” (Riwayat At-Tirmidzi)

Akhlak melambangkan imej seorang Muslim yang sebenar dan seterusnya dapat memperkasakan keindahan Islam. Menurut Imam al-Ghazali, akhlak yang mulia itu merangkumi empat perkara iaitu, bijaksana, memelihara diri dari sesuatu yang tidak baik, keberanian(menundukkan kekuatan hawa nafsu) dan bersifat adil. Ia jelas merangkumi segala sifat baik dalam kehidupan kita umpamanya hidup bersilaturrahim, mempertahankan agama dengan berani, berbakti kepada keluarga dan negara, senantiasa bersyukur, sabar, redha dengan ujian, jujur, bercakap benar, dan sebagainya.

Secara tuntasnya, marilah kita sama-sama bermuhasabah, harta yang paling menguntungkan adalah SABAR. Maka, berapa banyakkah sabar yang kita miliki? Teman yang paling akrab adalah AMAL. Maka, akrabkah kita dengan amal? Pengawal peribadi yang paling waspada adalah DIAM. Maka, sejauh manakah peribadi kita dikawal? Bahasa yang paling manis adalah SENYUM. Maka, maniskah bahasa kita? Ibadah yang paling indah tentunya KHUSYUK. Maka, setinggi mana keindahan ibadah kita? Adakah kita selama ini menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim yang benar-benar beruntung?
Sumber:Jomdakwah
 
♥ Copyright © 2013 ♥